Postingan

Menampilkan postingan dengan label pemerintahan

Diberi Penghargaan agar Diam?

Gambar
Politisi populer dengan kritikan pedas, siapa tidak mengenal dengan Fadli Zon serta Fahri Hamzah. Belakangan ini ada info bahwasannya ke-2 politisi itu akan memperoleh penghargaan Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden Joko Widodo. Messi dan Ronaldo Gagal Meraih Ballon d'Or Perlu ditanyakan atas fundamen apa penghargaan itu dikasih ke beliau berdua? Dan andil apa sebagai tanda dipilihnya Fadli Zon serta Fahri Hamzah untuk memperoleh penghargaan itu? Ada pertanyaan kenapa Pak Joko Widodo pilih kedua-duanya? Sedang kita ketahui ke-2 politisi itu belum pernah mangkir dalam memberi kritik-kritik pedas pada kebijaksanaan pemerintah. Fadli Zon walau partainya telah mendekat serta bergabung dengan pemerintah tetapi frekwensi kritiknya pada pemerintah tidak surut . Fahri Hamzah jelas dahulu terhimpun dalam partai oposisi PKS walau sekarang ini tidak jadi sisi PKS benar-benar kencang sekali mengkritik pemerintah. Benar-benar berkobar-kobar memberi pemikiran yang lain pada kebijaksanaa...

Dicopot sebagai Kapolri, Tak Punya Uang untuk Beli Beras

Gambar
Ini masalah narasi beberapa petinggi yang tidak kaya. Kesempatan ini kembali lagi narasi mengenai Jenderal Hoegeng. Oiya tulisan saya masalah petinggi tidak kaya yaitu bekas Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh dapat juga dibaca di sini. Khasnya, Hoegeng serta Abdul Rahman Saleh saling dari Pekalongan. Messi dan Ronaldo Gagal Meraih Ballon d'Or Hoegeng dicabut dari kedudukan untuk Kapolri pada 1971. Hoegeng dicabut oleh Presiden Soeharto. Sesudah dicabut dari kedudukan Kapolri, Hoegeng disodori jadi dubes. Tetapi Hoegeng menampik sebab tidak pintar basa-basi. Hoegeng selanjutnya katakan ingin berbakti di negeri saja. Tetapi, Soeharto katakan tidak ada kedudukan yang kosong di negeri. Hoegeng juga selanjutnya akan memperoleh uang pensiun. Tetapi, Hoegeng tidak ingin terima uang pensiun sebab ia sebetulnya belum eranya pensiun. Ia dicabut dari kedudukannya untuk Kapolri. Isu yang tersebar jika Hoegeng tanpa ada sepakat dalam penegakan hukum. Sesudah tidak memegang Kapolri, Hoegeng jug...

Dana Desa dan Problem Akar Rumput

Gambar
Mahasiswa jurusan Peningkatan Warga Islam, Fakultas Ceramah Serta Komunikasi, Kampus Islam Negeri Sumatera Utara. Barisan KKN DR 2 UINSU 2020. Messi dan Ronaldo Gagal Meraih Ballon d'Or Penerapani Undang-Undang Desa No.6 Tahun 2014 di rasa belum berjalan efisien Kedatangan UU Desa diinginkan bisa menolong mengakhiri persoalan kenegaraan,contohnya kurangi angka kemiskinan serta angka pengangguran. Ditambah ada dana desa, yang diinginkan bisa tingkatkan kemandirian desa dalam mengurus perekonomian serta kesejahteraan warga. Sama seperti yang kita kenali bersama-sama,dana desa yang dikasih ke pemerintah pusat ke desa tidak sedikit. Serta,budget yang disiapkan untuk desa,alami peningkatan tiap tahunnya. Rinciannya, Rp.20,67 triliun di tahun 2015, Rp.46,98 triliun pada 2016, Rp.60triliun pada 2017, Rp.60triliun pada 2018, Rp.70triliun pada 2019 serta Rp.72triliun pada 2020. Dana itu didistribusikan untuk seputar 74.900 desa di Indonesia. Dana itu membuahkan beberapa pembangunan ins...

Seandainya Anies Ketua Umum Partai Demokrat

Gambar
Partai Demokrat memakai politik dinasti untuk penerusan tahta ketua umum untuk kedudukan paling tinggi. Putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jadi ketua umum Partai Demokrat (PD) periode 2020-2025. Tidak ditetapkan rapat keluarga biru di saat rapat team Anies Baswedan jadi ketua umum. Kalau Anies ketua umum Demokrat tentu tidak konsentrasi pimpin DKI jakarta. Messi dan Ronaldo Gagal Meraih Ballon d'Or Demokrasi dalam partai demokrat tidak jamin tiap masyarakat negara demokrat (WND) baik lelaki atau wanita mempunyai hak untuk berperan serta dalam politik dengan cara sama dengan dalam penyeleksian ketua umum. Parpol keluarga biru memakai musyawarah untuk skema untuk bikin beberapa keputusan politiknya. Satu pertempuran yang bersaing di antara Anies serta Dahlan Iskan dalam memperebutkan untuk penyalonan presiden RI. Anies tetap siap jalani pimpinan bangsa. Tetapi kalah Konvensi Demokrat di tahun 2014. Dahlan Iskan sebagai juara konvensi tidak berha...

Menyoal Obral Bintang Mahaputera Nararya

Gambar
Siapa yang tidak mengenal Fadli Zon (FZ) serta Fahri Hamzah (FH) di panggung politik nasional. Kedua-duanya demikian terkenal. Sebab benar-benar keras serta pedas dalam mengomentari pemerintah. Messi dan Ronaldo Gagal Meraih Ballon d'Or Kedua-duanya sering ada serta bicara terang-terangan memberi respon masalah bangsa serta performa pemerintahan Jokowi seakan mengatakan inspirasi rakyat yang berasa terhalang pendistribusiannya sejauh ini. Kedua-duanya sering menyebutkan diri mereka ada pada pihak oposisi pada pemerintahan Jokowi. Hampir apa saja yang ditangani Presiden Jokowi tetap salah di mata mereka. Prestasi kerja mereka itu tidak kurang sebatas maido selalu. Coba membuka kembali lagi arsip jejak digital Fadli Zon serta Fahri Hamzah. Berhamburan ajaran kedengkian, sebarek kata merisak, serta senarai cerita negatif dari kedua-duanya pada Presiden Jokowi. Mengapa ini semua gampang menguap demikian saja, serta cepat dimungkiri? Sepak terjang FZ serta FH telah jelas seperti demikia...